BAJU ANAK IMPORT… KENALI LEBIH DALAM.

KENALI KUALITAS BAJU ANAK IMPORT

 

Baju Anak Import Terbaru

Baju anak import terbaru mix koleksi Fanfi Fashion

Part 1.  Mengenali Baju Anak Import yang berkualitas Buruk.

Mau Laris  jualan Baju Anak Import, tapi ga tau apa dan bagaimana mengenali kualitas baju anak import????  Weleh-weleh, bisa2 dikadalin sama orang deh.. ga bakal bisa optimal jualanmu say.

Ya betul, kalian pasti tau bahwa baju anak import berarti baju yang diimport dari luar negri, masuk ke Indo. Dan Bayangan kalian pasti baju anak import itu pastilah yang mewah, kualitas bagus.. Bayangan itu betul juga, karena secara logika, ngapain masukin (import) baju yang jelek dan ga berkualitas? Kan banyak yang bisa produksi disini.??!!

Betuul.. sekali lagi betul! Tapi temen2 juga musti inget, kita hidup di dunia yang ga semua orang sebaik temen2 looh. Ada aja yang tujuannya mencari untung sebanyak2nya dan engga peduli siapa yang dirugiin.

Balik ke Baju import yaa..  Baju anak yang diimport itu ga selalu berkualitas bagus looh. Malah ada yang membahayakan kesehatan kita.

Bunda golongkan 2 macam baju anak import yang ga bagus ya :

  1. Baju Import Bekas.
  2. Baju Import Baru Yang “murahan”

BAJU ANAK IMPORT BEKAS.

Banyak oknum pengimport yang mendatangkan baju2 bekas dari luar negri  Cuma biar bisa jual dengan untung segede-gedenya.. Astaghfirullah.. itu kan baju yang sudah didonasikan, atau sudah dibuang oleh yang punya.. jadi intinya SAMPAH. Kok Sampah dijual ke kita ya?? Ya.. sudah ada sindikat yang dari hulu sono ngumpulin baju2 bekas.

Cara promonya dia sih dengan cara : ingin membantu pemilik lama menyingkirkan baju2 yang sudah ga mau mereka pakai, dengan alasan “donasi” atau  membantu membuangkan. Karena umumnya harga lahan di LN mahal, dan berdampak pada kecilnya lemari2 mereka. Kalo beli baju baru, otomatis kan baju lama musti dikluarin. Trus buang kemana?  Mereka Ga bisa main bakar sembarangan. Emang  kayak di sini??? Bakarnya di Indonesia, asapnya sampe ke negri tetangga.. hahaha..  SElain itu ada juga yang melakukan “garage sale”, jadi barang2 bekas dijual dengan harga sangat murah.

Baju2 itulah yang dikumpulkan lalu dikirim ke Indonesia.  Biasanya dipaking dengan cara sembrono.. asal ditumpuk, masukin karung.. ditenet2 (diteken sampe tipis) trus dipress biar padat.  Habis itu karung yang sudah dipress padet diikat dengan tali plastic (strapping band). Nah proses ini disebut BALER PRESSER. Makanya karung yang begitu suka disebut BAL-BALAN.

Baju anak import bal balan

Baju anak import bekas karungan bal-balan

Kalo dulu masih banyak yang menjual baju2 import bekas dengan quantity besar (bisa berkontainer container say..!!).  Sekarang agak sulit mencarinya, soalnya ada larangan dari pemerintah. Tepatnya : Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 51/M-Dag/Per/7/2015 Tahun 2015 tentang Larangan Impor Pakaian Bekas (“Permendag 51/2015”) disebutkan bahwa pakaian bekas asal impor berpotensi membahayakan kesehatan manusia sehingga tidak aman untuk dimanfaatkan dan digunakan oleh masyarakat. Berdasarkan pertimbangan tersebut dan untuk melindungi kepentingan konsumen, perlu adanya larangan impor pakaian bekas..

Tapi banyak orang yang tetep nekat masukin baju2 bekas ke indo, langsung aja ditangkepin sama aparat. Nih ada beritanya. (https://www.merdeka.com/peristiwa/peredaran-226-balpres-pakaian-bekas-selundupan-di-sumut-digagalkan-polisi.html, http://batam.tribunnews.com/2016/01/22/baku-tembak-selama-30-menit-setelah-penyelundup-pakaian-bekas-tembak-aparat-tni-dengan-ak47).

Trus kenapa mereka tetep masukin baju bekas? Padahal sudah dilarang dan dikejar2 polisi? Ya tentu saja karena ada permintaan. Kalo masih ada aja orang yang beli baju import bekas, ya penjualnya pasti ada juga. Mungkin, pembelinya ga tau ya bahayanya pake baju bekas yang diimport itu? Bakteri patogennya banyak loh.. belum lagi proses pengepakannya yang ga mikir kebersihan sama sekali (lha wong disana dianggap sampah!).

Yuk ah teman2 jadi pintar mulai sekarang. Hanya gegara ngirit uang sedikit, kesehatan kau korbankan. Belum lagi kualitasnya yang jelek. Baju itu kan sering dicuci, so pasti bahannya jadi rapuh, juga banyak asesori yang hilang.

Berikut trik-trik bunda yang bisa teman2 terapkan, untuk memeriksa apakah baju import tersebut baju import bekas atau bukan :

  1. Cek Label pada Baju Anak Import. Umumnya, baju bekas itu labelnya sudah kusam, bekas dicuci berulang2. Informasinya sudah ga jelas, labelnya sobek2 bahkan ada yang hilang.

 

  1. Tanyakan ke penjual Baju Import Anak, adakah model yang serupa atau size lain dengan model yang sama. Ga pernah bunda temukan baju bekas itu berseri.. pasti dong, kan dikumpulkan dari ratusan pemakai yang berbeda, mana ada sih yang bisa sama? Kalo si penjual ga bisa nunjukin baju yang serupa, ada kemungkinan itu baju bekas.

 

  1. Kualitas bahan Bajunya sudah rapuh. Cek betul kualitas jahitan dan bahannya. Secara logika, baju bekas itu dipakai berulang, mengalami pencucian berulang. Otomatis bahannya menjadi tipis, mudah koyak. Jahitannya banyak yang lompat atauputus benang. Bahkan kancingnya juga ada yang hilang. Perhatikan jika di baju tsb ada hiasan payet atau border. Apakah bordirnya masih rapat atau banyak yang ompong? Apakah payetnya masih lengkap atau ada yang hilang?

Ritzliting baju bekas itu banyak karatnya serta putih2 berjamur, sehingga jika dipakai akan sering macet. Kenapa? Ya wajar karena system paking dan pengiriman tidak memenuhi syarat, hasilnya lembab dan kotor sehingga ritz menjadi karatan dan berjamur.

Beberapa mudah dikenali karena tampak kotor/kusam dan belel (tenunannya menjadi kasar dan menggumpal bintil bintil). Intinya, meski model bagus, tapi pemakaiannya jadi ga awet. Baru teman2 pake 2 kali, kainnya sobek, ritznya macet  atau variasinya banyak berhamburan dan ilang.

  1. Harga Baju Impor nya super murah. Sering ga masuk akal. Bal-balan Baju import bekas  itu biasanya dijual 1 karung kisaran Rp1.500.000 sampai Rp.4.000.000. Isi berkisar 300 sampai 500 pcs. Rata2 jatuhnya perpcs Rp5000. Kalo dijual Rp Rp15ribu-20ribu /pieces, Jadi sungguh banyak keuntungan yang mereka peroleh.

Jadi kebayang kaan kerugiannya jika beli baju import bekas  itu?

  1. Banyak bakteri pathogen yang membahayakan kesehatan kita.
  2. Kualitasnya jelek.
  3. Barangnya ga awet.
  4. Dihitung secara materi, juga lebih rugi membeli baju bekas dibanding baju baru.
  5. Mendorong orang2 serakah untuk memasukkan baju bekas ke Indonesia lebih banyak.
  6. Kurangnya rasa Nasionalisme. (eh, bunda mau ngobrol banyak tentang hal ini, di postingan lain yah.. pasti menarik karena banyak pro dan kontanya jika baju anak import dikaitkan dengan nasionalisme deh.. hehehe)

Jadi? Masih nekat beli baju import bekas?

BAJU IMPORT BARU YANG “MURAHAN”

Kok murahannya dikasi tanda kutip? Soalnya yang dimaksud bunda “murahan” bukan berarti harganya yang murah. Ada maksud lain.

Pengertian murah tentu sangat variatif, tergantung yang beli. Tapi yang pasti, setiap orang merasa jumlah harga yang dibayarkan itu murah atau tidak berdasarkan BENEFIT yang diperolehnya. Jika pembeli merasa puas, kualitasnya bagus dan dia “bangga” memilikinya, dan merasa uang yang dibayarkan sesuai bahkan dirasa Cuma sedikit, itulah yang disebut MURAH.

Nah Murahan yang Bunda maksud justru kebalikan dari definisi murah. Kalo dilihat dari Harganya, memang sekilas murah dibanding baju sejenis. Tapi teman2 jangan membandingkan dari jenisnya saja, misal sama2 celana jins, sama roknya, sama kaosnya.. tolong periksa lebih dalam tentang QUALITASnya.

Yuk bunda ajak teman2 mulai menghargai diri sendiri dengan membeli barang berkualitas baik. Ayo kenali baju yang akan dibeli dengan memeriksa lebih teliti.

Emang sih, wanita dikenali terdorong membeli karena emosi dibanding nalar.. lagi suka modelnya yg lagi ngetrend, lagi gembira atau lagi sedih.. jadinya pingin ke mall trus belanja. (hihihi, sama kok dengan bunda). Tapi at least, kalo sudah sampe di rumah, bajunya ga parah banget.. kualitas bagus dan tampilan teman2 jadi okeh banget.

Baju Anak Import Fanfi Fashion

Baju Anak Import Fanfi Fashion

TIPS MENGENALI BAJU IMPORT “MURAHAN”

Baju anak import yang “Murahan” adalah baju yang tidak memberi kualitas baik bagi pembelinya, hanya semata mengandalkan model yang tampaknya bagus saat dilihat pertama kali.

Beberapa cara yang bunda pakai saat memeriksa kualitas baju anak import :

  1. Pegang Bahannya.

Untuk mengenali jenis bahan, tentu ga gampang.. begitu banyak jenisnya. Tapi paling tidak ada beberapa yang popular dipakai sebagai bahan membuat baju anak. Antara lain. Katun, Kaos, wol, babytery, Fleece. Dari segi penamaan jenisnya sih banyak. Tapi intinya sumber pembuat kain itu ada 2 : yang  organic dan sintetik. Yang organic al. Kapas, Kayu, Wol, Sutra dll. Yang sintetik adalah polymer atau plastic. Pembuatan kain menjadi sangat luas jenisnya, dikarenakan persentasi komposisi kedua bahan di atas.

Yang penting diketahui adalah, apakah bahan ini cocok untuk dipakai anak kita? Perlu diingat, kulit anak masih sensitive, sehingga jika tidak cocok, akan mudah alergi, keringet buntet,  dan berpotensi menimbulkan penyakit lainnya. Saran bunda, carilah baju anak berbahan kapas. Banyak kasus, anak2 indonesia itu juga ga tahan (alergi) dengan bahan Wol ataupun rayon. Jadi pilihan terbaik adalah kaos dan katun.

Jika tidak terlalu paham jenis kain, paling tidak teman2 wajib mengenali kualitasnya saat memegang bahannya. Apakah cukup halus buat dedek, sehingga tidak menyakiti kulitnya? Apakah cukup adem, menyerap keringat sehingga dedek tidak bruntusan,atau keringet buntet?

Baju anak import “murahan” hanya tampak bagus pertama kali dibeli saja. Agar bahan terlihat bagus, bahan diproses tanpa memperhatikan kesehatan. Misalnya, agar tampak mengkilat,kain polyester sering dilapisi wax (lilin). Bahaya yaa.. makanya cobalah saat memegang bahan tersebut, teman2 ‘menggaruk” dengan kuku, lalu cek apakah ada residu seperti lilin di ujung kuku?

Teknik lain dalam mengecek kualitas bahan adalah dengan mencoba menarik bahan, uji fleksibilitasnya. Semakin melar berarti semakin banyak komposisi sintetiknya (polyester). Hal ini juga banyak pro dan kontra.Boleh2 saja membelikan baju ini buat anak2 kita, tapi hindari untuk baju bayi. Karena seringkali bayi merasa tidak nyaman, dikarenakan pori pori kain jenis ini lebih rapat dibanding katun (tiidak breathable), Selain itu tingginya komposisi polyester menjadi kain tersebut kurang menyerap keringat.

  1. Cek Kualitas jahitannya.

Biasanya untuk mengejar ongkos produksi yang murah, konveksi akan mengirit benang. Jahitan dibuat tidak rapat. Lalu untuk meningkatkan kapasitas produksi, penjahitnya menjahit secepat2nya tanpa memperdulikan hasilnya, sehingga banyak benang yang melompat (kain tidak terjahit).

Cara mengecek kualitas teknik jahitan ada 2 :

  1. Dengan menarik kain sehingga meregangkan jahitannya. Jika jarak benang terlalu jauh, maka dikawatirkan mudah sobek. Pilihlah yang jahitannya rapat (jarak benang pendek).,
  2. Baliklah baju anak tsb. Lihatlah teknik jahitannya. Apakah ada kain yang terlewat tidak kena jahitan? Untuk kaos, Bagian tepinya selalu dijahit dobel, yaitu teknik jahit lurus dan kemudian diobras untuk memperkuat dan merapihkan. Jika tidak diobras, jangan diambil karena kaos jadi mudah terurai. Untuk dress katun dan celana, bagian bawah harus dikelim rapi.

Kualitas jahitan baju anak itu, bukan Cuma dari teknik menjahitnya. Tapi juga mulai dari cutting polanya. Banyak pola yang salah atau tidak sesuai, namun karena pertimbangan penghematan, kain yang salah potong tetap dipakai. Namun untuk mengecek pola ini, tentu sulit bagi kita orang awam. Lebih praktis dan manfaat adalah dengan mencobanya langsung kepada si anak.

Baju atasan misalnya, Setelah anak memakai cobalah cek bawah lengan (ketiak) anak. Apakah sudah pas dan nyaman? Usahakan masih ada sekitar 5 cm jarak dari ketiak anak ke jahitan lengan, sehingga sang anak tetap leluasa bergerak dan nyaman saat bermain.

Periksa juga kerah. Apakah anak kesulitan memasukkan kepalanya? Jangan paksakan masuk , karena akan lebih sulit saat  melepaskan baju bagi sang anak. Ada kemungkinan salah pola dalam cutting leher atau jenis kain kerahnya tidak benar..

Untuk Bawahan, misal celana dengan pinggang karet, coba dicek dengan menarik pinggang karet tsb. Perhatikan elastisitasnya. Jika terlalu kencang, bisa jadi kurang enak sang anak saat memakainya. Namun jika terlalu melar bahkan tidak kembali ke ukuran semula, anda patut curiga bahwa karetnya sudah rapuh/usang. Hal ini sering terjadi, karena baju anak import itu dikirim dari LN yang selain memakan waktu lama, jika proses pakingnya tidak baik akan menyebabkan baju lembab. Akibatnya kelenturan karet berkurang.

  1. Cek tambahan Fungsional pada baju anak

Yang dimaksud tambahan fungsional adalah jika baju anak tersebut diberi tambahan kancing atau ritzleting sebagai bukaan baju. Atau ada kantong dan pitanya. Pita yang dimaksud adalah pita pinggang, yang biasa dipasang pada dress anak, atau pita tali leher, pada model tanktop anak perempuan, fungsinya untuk mengkaitkan baju lebih rapi.

Pastikan semua itu berfungsi baik. Misal retsleting, cobalah ditarik secara cepat naik turun. Jika sulit atau macet, maka mintalah ganti. Kerusakan ritzleting adalah fatal. Khusus bayi, hindari pakai ritzleting, karena bisa menggigit kulitnya. Banyak baju anak import (terutama dari Cina) yang tidak menjahit kancing! Kancing hanya di lem untuk mempercepat kerja. Jadi pastikan selalu mengecek kancing, dengan menarik agak kuat untuk memastikan kancing tidak akan lepas setelah anda beli.

Kantong dan pita diperiksa dengan mengecek teknik jahitan. Jika kantong bolong tentunya ga bisa dipakai, begitu juga pita, harus kuat jahitannya karena akan sering dipakai mengikat..

  1. Cek Kualitas Aplikasinya.

Baju anak, selalu ramai dengan variasi aplikasi. Baik itu disablon, atau diberi aplikasi baik itu dibordir maupun emblem temple. Bahkan diberi hiasan payet dan pita/bunga sintetis.

  1. Sablon yang baik tentunya dibuat dari bahan cat yang aman untuk anak. Sablon yang bagus tentunya juga tidak luntur dan tidak mudah copot. Karena jika itu terjadi, tentunya baju menjadi buruk dan tidak awet lagi.

Cara mengeceknya adalah dengan mengucek kuat kuat. Cek adakah yang pecah atau lepas.. Baju anak import ini  saat dicuci, sablonnya jadi mudah robek, sehingga tampilan baju jadi jelek. dan jika lepas saat dipakai anak, hati2 akan berbahaya jika sampai termakan oleh dedek.

Cara mengecek kedua adalah dengan mengusap sablon dengan tisu basah. Biarkan sebentar. Lalu Perhatikan apakah terjadi perubahan kualitas sablon? Jika sudah basah, coba tekan2 sablon tsb  dengan jari. Perhatikan apakah struktur sablon menjadi lembab, mudah terkelupas dan permukaannya menjadi bintil2? Itu menunjukkan kualitasnya tidak baik, akan mudah pecah dan terlepas. Amati juga ujung jari anda, apakah ada warnanya? Karena itu artinya sablon tersebut luntur.dan akan merubah tampilan baju anak tsb, saat setelah dicuci.

  1. Selain sablon biasa, seringkali baju anak import diberi gliter atau bubuk mengkilat. Caranya dengan memberi lem pada permukaan kain lalu bubuk tersebut ditaburi di atasnya. Glitter yang bagus tentunya yang menempel erat pada kain. Bisa dibayangkan jika mudah lepas, selain tampilan baju tidak bagus, juga bahaya jika masuk ke mata anak. Cara mengujinya tentu dengan mengucek kain berglitter itu. Lihat berapa banyak yang copot dan menempel di tangan anda.
  2. Aplikasi lain seperti emblem, pita dan payet. Dicek teknik jahitannya dan kerapiannya. Yang paling sering ditemukan pada baju anak import adalah, variasi2 tersebut TIDAK DIJAHIT! Hanya diLEM saja. Hal ini dilakukan untuk mengurangi biaya produksi, mempercepat proses sehingga harga jual menjadi rendah.

 

Nah inilah yang bunda sebut sebagai ‘MURAHAN’. Tampilan baju boleh mewah, modelnya juga paling trendy. Tapi jangan harap kualitasnya.. apalagi daya tahannya. Sudah jadi rahasia umum, bahwa baju anak import itu ga awet. Ya bajunya cepat rusak, aplikasinya cepet hilang dan lain lain.

Tapi apa ada baju anak import yang berkualitas baik? Ya tentu ada. Kita harus ingat : “ada rupa – ada harga” ya tentunya pihak produsen di cina akan menyesuaikan produknya dengan harga yang kita minta. Kalo pingin murah, ya tentu mereka buat yang abal-abal seperti itu. Tapi mereka kan juga pedagang, kadangkala jika mereka butuh dana cash, baju bagus bisa saja dijual/dibanting murah. Jadi tidak semua baju anak berharga murah itu murahan lo yaa..

Ingat, kita bisa memiliki baju anak import berkualitas baik dengan melakukan pengecekan2 di atas.

So, habis baca postingan ini, teman2 sekarang sudah dapat info bagaimana mengenali baju anak import yang buruk khaaan. Naah sekarang tinggal diterapkan, dan teman2 bisa menghindari kerugian yang besar.

Lalu Apa saja Kualitas Baju anak import yang baik, yang wajib diketahui teman2 sebagai penjual baju anak import yang bereputasi baik?

Nanti yaah.. bunda lanjutkan untuk postingan berikutnya. Yang minat untuk baca2 artikel lainnya dan pingin tau update koleksi baju anak import terbaru, silakan like laman FB ini ya : https://www.facebook.com/bajuanakimporttanganpertama/

Sekian dulu.

CIAOO.. SALAM SUKSES !